Langkah Protokol Kesehatan untuk Test Virus Corona

Di tengah berbagai kondisi yang panik karena covid-19, tentunya semua orang ini melakukan tes apakah dirinya mengidap penyakit tersebut atau tidak. Tetapi tentunya untuk melakukan tes tersebut tidak mudah karena hanya dilakukan oleh orang yang menunjukan gejala atau kondisi yang dapat melakukan test virus corona. Sehingga bagi Anda yang mempunyai kondisi tubuh yang sehat dan baik-baik saja, sebaiknya bisa untuk fokus pada pencegahan yang dapat dilakukan untuk dapat menghindari virus corona dan tidak merasa panik. Dimana hal tersebut akan lebih efektif karena untuk melakukan tes sendiri akan diprioritaskan terlebih dahulu pada orang yang menunjukkan gejala awal virus corona seperti berikut ini:

1. Jika merasa tidak sehat
Tes tersebut akan dilakukan dan diprioritaskan bagi yang tidak merasa enak badan dan juga menunjukkan gejala yang dialami oleh penderita virus corona. Dimana untuk tes tersebut adalah bagi orang yang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius. Sehingga bagi yang tidak mengalami demam yang merupakan gejala awalnya, maka tidak perlu untuk melakukan tes. Selain itu juga ketika mengalami demam dan ditandai dengan tanda lainnya yaitu mengalami batuk, pilek, dan juga sesak nafas dan nyeri tenggorokan.

Pada saat mengalami gejala awal corona ini bisa untuk menjaga kesehatan agar cepat sembuh. Seperti misalnya dengan beristirahat yang cukup di rumah. Selain itu juga bisa untuk selalu minum air putih yang cukup sehingga dapat untuk menjaga kesehatan dan juga dapat membuat tubuh tidak mengalami dehidrasi. Akan tetapi walaupun sudah menjaga kesehatan tubuh tetapi tidak merasa baikan dan keluhan tetap berlanjut maka dapat segera untuk melakukan pengobatan yang diperlukan. Anda dapat untuk memeriksa ke fasilitas pelayanan kesehatan atau fasyankes terdekat.

Ketika Anda berobat ke rumah sakit ataupun puskesmas juga perlu untuk menjaga diri dan orang lain dengan cara berikut ini:

Pertama adalah dengan menggunakan masker sehingga dapat mencegah ketularan atau penularan ke orang lain.
Selanjutnya adalah dapat untuk menutup mulut dan hidung dengan tisu maupun lengan ketika batuk atau bersin. Sehingga hal tersebut akan mencegah penularan ke orang lain karena percikan air liur bagi orang yang terserang covid-19 juga dapat untuk menularkan ke orang lain.
Langkah selanjutnya adalah tidak menggunakan transportasi massal. Hal ini dapat dilakukan karena dengan berkumpul dengan orang banyak juga akan lebih mudah untuk penularan covid-19.

2. Tenaga kesehatan di fasyankes melakukan screening
Hal selanjutnya adalah ketika tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang akan melakukan screening pasien yang termasuk dalam pengawasan Covid-19. Dimana beberapa tes tersebut akan dilakukan ketika pasien sudah memenuhi kriteria pasien pengawasan Covid-19. Anda nantinya akan langsung dirujuk ke salah satu rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan di daerah Anda. Akan tetapi bagi yang tidak memenuhi kriteria pasien maka dapat untuk dirawat inap atau rawat jalan tergantung dari hasil diagnosa yang dilakukan.

3. Hasil tes yang dilakukan
Hal terakhir yang perlu diketahui adalah dari test virus corona yang dilakukan. Dimana ketika mempunyai gejala virus corona tetapi kemudian hasilnya negatif maka akan dirawat sesuai dengan penyakit yang dimiliki. Sedangkan bagi yang mempunyai hasil positif maka akan dinyatakan sebagai kasus terkonfirmasi Covid-19. Selain itu juga akan mengambil sampel setiap hari untuk dapat melakukan pemantauan. Pasien akan dikeluarkan dari ruang isolasi apabila mempunyai sample dua kali hasilnya negatif secara berturut-turut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel